Digitalisasi Madrasah: Langkah Kalangan Muslim di Era Media Baru

Authors

  • Arini Indah Nihayaty Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Author
  • Dimas Rifky Fanani Universitas Merdeka Malang image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.54471/dmyp4a77

Keywords:

digitalisasi, madrasah, muslim, pendidikan

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menghadirkan paradigma baru dalam pratik pendidikan yang sifatnya berbeda dengan transformasi Revolusi Industri 4.0. Sementara transformasi dunia pendidikan akibat kemajuan teknologi digital telah intensif dibahas dan diproyeksikan sekurang-kurangnya sejak Alvin Toffler nenerbitkan bukunya dengan judul “The Third Wave” tahun 1980, disrupsi pendidikan akibat pandemi nyaris luput dari perhitungan para futurolog, ahli-ahli kebijakan publik, maupun para praktisi pendidikan. Oleh karena itu keterkaitan pandemi COVID-19 dengan proyeksi Revolusi Industri 4.0 sangat relevan untk dieksplorasi un Tuntutan untuk akselerasi dan pemerataan agar semua madrasah baik di kota maupun kabupaten agar dapat mengimplementasikan digitalisasi secara baik dan sesuai kebutuhan menjadi sebuah hal yang harus diutamakan di era digital ini. Artikel ini ingin mengetahui bagaimana program digitalisasi madrasah di Jawa Timur kuhususnya di wilayah kerja Surabaya dan wilayah kerja Bojonegoro dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan survey dilakukan di wilayah kerja Surabaya yang meliputi Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik sedangkan wilayah kerja Bojonegoro meliputi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam webinar yang dilaksanakan di 9 kota/kabupaten telah dihadiri oleh 2.701 madrasah, terdapat 1.716 madrasah yang berminat menggunakan layanan digitalisasi data pendukung EMIS. Di antaranya 541 madrasah yang berkomitmen dan terlibat aktif di dalamnya dengan persentase 20%. Hasil Score Digitalisasi Madrasah Saat ini rata-rata di tiap kota/kabupaten masih sangat kecil, dimana rata-rata hanya di kisaran 2 s/d 5, padahal score maksimal dari survey digitalisasi adalah 63. Hal ini menjadi tantangan dan motivasi untuk madrasah di Jawa Timur senantiasa mengembangkan digitalisasi madrasahnya.

References

Castells, Manuel. The Network Society a Cross-Cultural Perspective. Cheltenham: Edward Elgar, 2004.

Flew, Terry. New Media: An Introduction. New York: Oxford University Press, 2000.

Hanik, Elya Umi. “Self Directed Learning Berbasis Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidaiyah.” ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal 8, no. 1 (2020): 183.

Khoerunisa, Nisa, and Faisal Fadilla Noorikhsan. “Perbandingan Tata Kelola Penanganan Pandemi Covid 19 Di Indonesia Dan India.” Journal of Political Issues 2, no. 2 (2021): 89–101.

Montalvo, Robert E. “Social Media Management International.” Journal of Management & Information Systems 15, no. 3 (2011): 91–96.

Nihayaty, Arini Indah. “Penyesuaian Birokrasi Di Masa Pandemi Covid-19 Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.” Jurnal Khazanah Intelektual 5, no. 1 (2021): 1028–1046.

Rifkin, Jeremy. The Age of Access: The New Culture of Hypercapitalism. London: Penguin, 2001.

Saxena, Sunil. “Keys Charateristics of Social Media.” Www.Easymedia.In. Last modified 2013. Accessed April 6, 2015. http://www.easymedia.in/7-key-characteristics-of-social-media/.

Scott, David Meerman. “Social Media Debate.” E-Content 30, no. 10 (2007): 64.

Toffler, Alvin. The Third Wave. New York: Bantam Books, 1980.

Downloads

Published

2022-01-01