Konflik Muslim Madura vs Dayak di Sampit serta Diskursus Kaharingan Sebagai Klaim Agama
DOI:
https://doi.org/10.54471/0fdc8a19Keywords:
konflik sampit, kaharingan, agamaAbstract
Tulisan ini bertujuan menjelaskan dinamika konflik muslim Madura dengan orang Dayak di Sampit serta menjelaskan klaim Kaharingan sebagai agama. Orang Madura yang mayoritas beragama Islam serta orang Dayak yang menganut system kepercayaan Kaharingan menjadi poros perhatian dalam tulisan ini. Dalam perjalanannya, Kaharingan sebagai system kepercayaan orang Dayak telah mendarah daging kemudian muncul tuntutan penglegalan Kaharingan sebagai agama resmi yang di akui Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa, Pertama: konflik Muslim Madura vs Dayak disebabkan banyak faktor. Diantara nya adalah faktor ekonomi, etnis, sosial, dan agama. Kedua, Pengaruh signifikan konflik Sampit terhadap tuntutan penglegalan Kaharingan sebagai agama.
References
Amrita, Bimantara Adjie Wardhana Laksmi. Pemenuhan Hak Untuk Memeluk Kepercayaan Bagi Penganut Kepercayaan Kaharingan : Studi Pada Masyarakat Hukum Adat Balai Kiyu, Kalimantan Selatan . Naskah Publikasi – Yogyakarta : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 2016.
Anwar, Rusnani “ Mengenang Kerusuhan Sampit” dalam https://www.kompasiana.com/rusnanianwar/mengenang-kerusuhan-sampit-2001_55007023a333114a73510cc4 ( Diakses 20 Desember 2021)
Kahmad, Dadang. Sosiologi Agama, potret Agama dalam Dinamika konflik, Pluralisme dan Modernitas. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Mauritz , Yohannes. “Agama Kaharingan Bukan Budaya” Catatan Proses Inklusif Agama Lokal Melalui Revitalisasi Nilai : Studi Orang-Orang Kaharingan Di Desa Rubung Buyung Sampit Kalimantan Tengah dalam “Intoleransi, revitalisasi tradisi dan tantangan kebinekaan Indonesia” Ahmad Suaedy (Ed). Depok : Abdurrahman Wahid Center – Universitas Indonesia, 2017.
Mahin, Marko. Kaharingan : Dinamika Agama Dayak di Kalimantan Tengah. Disertasi Doktoral Universitas Indonesia Depok, 2009.
Ruslikan, “Konflik Dayak-Madura di Kalimantan Tengah: Melacak Akar Masalah dan Tawaran Solusi,” Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Tahun XIV, Nomor 4, Oktober 2001.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Muhyiddin Sholeh (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





