Reaktualisasi Pengelolaan Sampah di Desa Warujinggo dengan Pemberdayaan Masyarakat
Keywords:
reaktualisasi, pengelolahan sampah, pemberdayaan masyarakatAbstract
Pengelolahan sampah berbasis masyarakat merupakan salah satu saat kamu mencoba untuk mengurangi dan mengelola sampah. Rumah tangga sebagai bagian dari masyarakat merupakan salah satu produsen sampah. Untuk membuat masyarakat berperan aktif dan berkesinambungan dalam pengelolahan sampah di perlukan organisasi yang beranggotakan masyarakat dan menjalankan pengelolaan dan pemanfaatan secara maksimal. Sampah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Sampah adalah benda zat sisa yang sudah tidak terpakai. Seharusnya sampah sampah mendapat perhatian dan penanganan yang serius. Namun karena kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah, juga kurangnya biaya dan pendapatan sebagian besar masyarakat maka masalah sampah ini menjadi terabaikan. Saat ini sebagian besar masyarakat telah mengetahui dampak buruk sampah, antara lain menyebabkan banjir, penyakit dan bau yang dapat mengganggu kehidupan, tapi hal ini dapat di imbangi oleh perilaku masyarakat sendiri. Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan sampah adalah dengan melakukan upaya sampah daur ulang dengan proses pengomposan, selain mengurangi sampah juga mengurangi volume sampah tapi bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan fisik tanah. Pengomposan bisa dilakukan secara konvensional atau hasil fermentasi yang menggunakan bioaktivator yang hasilnya adalah kompos, yang merupakan pupuk organik. Tujuan utama aplikasi pupuk kompos yaitu menyuplai nutrient bagi tanaman dan memperbaiki sifat fisik tanah baik secara fisika kimia dan biologi. Penggunaan kompos sebagai sumber nutrisi tanaman, merupakan salah satu program bebas residu kimia untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan tanah.





