Pendampingan Program Bersih Desaku Sehat Negeriku: Kontribusi Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Authors

  • Muhammad Abdul Halim Siddiq Universitas Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Satuyar Universitas Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Nurhafid Ishari Universitas Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Harry Purwanto Universitas Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Dzidin Fawahim Universitas Islam Syarifuddin Lumajang Author

Keywords:

desa tigasan wetan, budaya lokal, perubahan sosial, desa bersih, desa sehat

Abstract

Desa Tigasan Wetan merupakan salah satu desa di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang kuat. Berdasarkan cerita para sesepuh desa, asal mula nama Tigasan Wetan berasal dari kata tegar dalam bahasa Madura yang berarti “lari kencang”. Cerita rakyat menyebutkan bahwa nama ini terinspirasi dari seekor kuda jantan yang berlari kencang dari arah barat, sehingga lama-kelamaan kata tegar berubah menjadi “Tigasan”. Secara historis, desa ini telah dipimpin oleh sembilan kepala desa sejak tahun 1872 hingga sekarang, masing-masing meninggalkan jejak pembangunan dan perubahan sosial tersendiri. Perkembangan penting yang pernah dialami desa ini antara lain pemekaran wilayah pada tahun 1945 yang membagi Tigasan menjadi dua, yaitu Tigasan Wetan dan Tigasan Kulon, serta perubahan administrasi kecamatan pada tahun 1983 yang menyesuaikan dengan pemekaran Kota Probolinggo. Selain itu, pada tahun 1999 desa ini juga mengalami perubahan signifikan terkait dengan program klasiran dan penetapan pajak bumi dan bangunan yang berpengaruh terhadap struktur ekonomi masyarakat. Melalui perjalanan sejarah tersebut, Desa Tigasan Wetan menunjukkan dinamika sosial, budaya, dan administratif yang menggambarkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan identitas Madura yang melekat.

Downloads

Published

2025-03-01

Issue

Section

Articles