Pola Komunikasi Guru Agama Islam dalam Membina Akhlak Anak Disabilitas
DOI:
https://doi.org/10.54471/mz9mzm78Keywords:
komunikasi, guru agama Islam, anak disabilitasAbstract
Keberhasilan sebuah komunikasi kepada peserta didik terletak pada bagaimana cara seorang pendidik atau guru menyampaikan materi tersebut, tanpa terkecuali anak disabilitas atau berkebutuhan khusus. Jika seorang pendidik atau guru tidak mampu berkomunikasi kepada peserta didik dengan baik maka tujuan serta keberhasilan dalam penyampaian materi dapat dikatakan belum sepenuhnya berhasil. Terutama dalam mendidik dan membina akhlak kepada anak disabilitas atau berkebutuhan khusus. Penelitian ini difokuskan tentang bagaimana pola komunikasi atau interaksi seorang pendidik dalam membina akhlak anak disabilitas. Maka dari itu dalam kegiatan analisis kali ini penulis menggunakan metode descriptive qualitative, dimana proses kegiatan analisis ini dijalankan sesuai dengan fenomena-fenomena yang biasanya berpegang pada suatu paradigma bersifat naturalistic atau fenomenology. Pada pokok pembahasan yang diperlukan penulis untuk menjabarkan hasil penelitian tersebut adalah guru atau pendidik, dan peserta didik. Sedangkan, dalam teknik pengelolaan informasi terkait penelitian, peneliti tentu mengambil cara pengurangan suatu data, menyajikan serta menyimpulkan hasil keseluruhan pengamatan. Output dari penelitian ini adalah supaya guru dapat lebih berinisiatif dalam memadukan berbagai macam cara berkomunikasi dalam pembelajaran, guna untuk mewujudkan suasana belajar mengajar agar menjadi efektif. Dengan demikian, implikasi dari penelitian ini adalah diharapkannya seorang pendidik atau guru agar lebih memahami serta dapat mengelola pola berkomunikasi kepada anak disabilitas atau berkebutuhan khusus, tentunya ketika dalam proses belajar mengajar atau dalam kegiatan pembinaan akhlak.
References
Abdurahman. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Ali, M. (2012). Akhlak Taawuf. Sidoarjo: CV. Dwiutra Pustaka Jaya Anggota IKAPI.
Budyatna, M. (2011). Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: kencana prenada group.
Efendi. (2006). Pengantar Pesikopedagogik Anak Berkebutuhan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hardjana, M. (2009). Komunikasi Intrapersonal Dan Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.
Ihya Ulumuddin. (1997). Isa al-Bab al-Halabi wa Syirkabu, Jilid ke-3. Imam Al-Ghazali. Beirut: Dar al-Fikr.
Jalaluddin, R. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhadjir, N. (2000). Ilmu Pendidikan Dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Rake Sarasin.
Mulyana, D. (2002). Ilmu Pengantar Suatu Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasional, D,. P. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ke-3. Jakarta: Balai Pustaka.
Shilun, A,. N. (1991). Tinjauan Akhlak. surabaya: al-ikhlas.
Umam K,. & N. (2012). Komunikasi Dan Publik Relation. Bandung: CV Pustaka Setia.
Wijaya, S. (2015). “Al-Qur’an Dan Komunikasi (Etika Komunikasi Dalam Perspektif Al-Qur’an).”Journal Al-Burhan 15, no. 1.
journal.ptiq.ac.id/index.hp/alburhan/article/view/59/49.
Widiasmoro, E. (2018). Mahir Penelitian Pendidikan Modern "Metode Praktis Penelitian Guru, Dosen Dan Mahasiswa Keguruan. Cetakan I. Yogyakarta: Araska.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Kristin Afriani Yudowati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





