Psychologycal Wellbeing Santri di Era Supremasi Digital

Authors

  • Shofiyah Nufus Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Ahmad Abdullah Zawawi University of Sydney Australia Author
  • Nurhafid Ishari Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Author
  • Moch. Arifuddin Yogyakarta State University image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.54471/8288fs59

Keywords:

psychologycal well being, santri, supremasi digital

Abstract

Teori psychological well-being dikembangkan oleh Ryff pada tahun 1989. Psychological well-being merujuk pada perasaan seseorang mengenai aktivitas hidup sehari-hari. Segala aktifitas yang dilakukan oleh individu yang berlangsung setiap hari dimana dalam proses tersebut kemungkinan mengalami fluktuasi pikiran dan perasaan yang dimulai dari kondisi mental negatif sampai pada kondisi mental positif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap dan menggali lebih dalam psychological well-being santri di era supremasi digital dimana hampir segala lini kehidupan manusia telah dikuasai oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan santri dari Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Asrama Maqoman Mahmuda Lumajang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat enam dimensi psychological well-being yang terimplemnetasikan di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin melalui kegiatan rutinitas di dalamnya. Psychological well-being santri dapat terjaga dengan adanya kegiatan dan program di pondok pesantren meski di era supremasi digital seperti saat ini.

References

Amawidyati, Sukma Adi Galuh & Utami, Muhana Sofiati. “Religiusitas dan Psychological Well-Being Pada Korban Gempa”, Jurnal Psikologi Volume 34, No 2.

Astuti dkk, 2021.“Budaya Bermedia Digital”.Jakarta: Direktorat Jendral Aplikasi Informatika.

Ishari, Nurhafid, and Ahmad Fauzan. “Pendidikan Karakter Dalam Kitab Al-Hikam Al-Atha’iyyah Karya Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari”. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1 (February 15, 2017): 66–79. Accessed November 25, 2023. https://ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/254.

Malahatul Wardiyah. 2013. "Group positive psychotherapy untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja". Jurnal Sains Dan Praktik Psikologi Magister Psikologi UMM, ISSN: 2303-2936 Volume I (2), 139 - 152. Malang. Universitas Muhammadiyah Malang

Mariam Khurshid. 2018.”BODY IMAGE, GENERALIZED CONTENTMENT ANDPSYCHOLOGICAL WELL-BEING IN UNIVERSITY STUDENTS”, Journal of Research and Reviews in Social Sciences Pakistan, Vol.

Muzaky, Choirul Mala, and Nurhafid Ishari. “Implementasi Metode Al-Miftah Lil Ulum Dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan”. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 13, no. 1 (February 15, 2020): 22–36. Accessed November 25, 2023. https://www.ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/607

Rahmawati. 2020. Minffulness, Stres, Dan Kesejahteraan Psikologis Para Pekerja.Yogyakarta: CV Budi Utama.

Ryff, D. Carol. 1989. “Happiness is Everything, or is it? Exploration on the Meaning of Psychological Well-Being”. Journal of Pesonality Social Psychology.

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta CV.

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek.Jakarta: Rineka Cipta.

Zamakhsyari Dhofier. 2018. Tradisi Pesantren. Jakarta: LP3ES.

Downloads

Published

2024-07-01