Kontekstualisasi Sumber Utama Ajaran Islam: Pendekatan Hermeneutik dan Kajian Lapangan atas Penafsiran QS Al-Hujurāt Ayat 13
DOI:
https://doi.org/10.54471/62858q47Keywords:
hermeneutika, tafsir hadits, tafsir al-qur'an, sumber utama kajian islamAbstract
Transformasi pesat masyarakat Muslim di tengah globalisasi telah memperkuat kebutuhan untuk mengontekstualisasikan sumber-sumber utama Islam (Al-Qur'an dan Hadits). Meskipun QS Al-Hujurāt ayat 13 secara luas diakui sebagai ayat fundamental yang mempromosikan martabat manusia, keberagaman, dan hubungan sosial yang etis, kajian yang ada sebagian besar berfokus pada perdebatan eksegetis klasik, alih-alih interpretasinya yang dipraktikkan dalam komunitas lokal. Namun faktanya kajian ini mengintegrasikan analisis tekstual hermeneutik dengan inkuiri kualitatif berbasis lapangan untuk mengkaji bagaimana tafsir Al-Qur'an dan ajaran Hadits dipahami, dinegosiasikan, dan dipraktikkan oleh para ulama dan anggota masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran dalam sebuah lingkaran studi Islam berbasis komunitas. Temuan penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan dalam penafsiran QS Al-Hujurāt ayat 13, yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, norma budaya lokal, dan paparan terhadap sumber-sumber tekstual. Terlepas dari perbedaan-perbedaan ini, ayat tersebut secara konsisten berfungsi sebagai kerangka etika untuk mendorong inklusivitas, saling menghormati, dan kohesi sosial. Studi ini selanjutnya mengidentifikasi adanya ketegangan antara kesetiaan tekstual dan adaptasi kontekstual seiring masyarakat menghadapi tantangan kontemporer. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap interpretasi akar rumput terhadap sumber-sumber Al Qur’an memperkaya perdebatan hermeneutika yang lebih luas dan menawarkan jalan untuk mengembangkan sistem pengetahuan Islam yang inklusif dan responsif secara sosial.
References
Abou El Fadl, K. (2006). The search for beauty in Islam: A conference of the books. Rowman & Littlefield.
Abu Zayd, N. H. (2000). Rethinking the Qur’an: Toward a humanistic hermeneutics. Utrecht University Press.
Akhyar, Muaddyl, and Duski Samad. "Studi analisis tafsir al-qur’an dan relevansinya dalam pendidikan islam." INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, Dan Kebudayaan 10.1 (2024).
Al-Suyuthi, Jalaluddin. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an. Beirut: Dar al-Fikr, 1996.
Al-Tabari. (1992). Jāmi‘ al-bayān ‘an ta’wīl āy al-Qur’ān (Vol. 22). Dar al-Fikr.
Anam, Hoirul, Mochamad Aris Yusuf, and Siti Saada. "Kedudukan Al-Quran dan hadis sebagai dasar pendidikan Islam." Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam 7.2 (2022). https://doi.org/10.24269/atp.v7i2.5078
Anisa, Ana, and Heri Khoiruddin. "Peran Al-Quran Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan: Kajian Interdisipliner." Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora 5.1 (2024). https://doi.org/10.55120/tabsyir.v5i1.687
Arifin, Zainul. "Studi Kitab Hadis." (2013).
Aziba, Siti Naila, et al. "Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Al-Qur’an sebagai Landasan Utama dalam Sistem Hukum Islam." IHSANIKA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 3.1 (2025).
Bultmann, R. (1984). New Testament and mythology and other basic writings. Fortress Press.
Darajat, Z. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. (1992).
Esack, F. (1997). Qur’an, liberation and pluralism: An Islamic perspective of interreligious solidarity. Oneworld Publications.
Fazlur Rahman. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.
Gadamer, H.-G. (1975). Truth and method. Continuum.
Gajah, Azizah Sabrina, Umairah Muthia Inayah, and Nadya Dwi Haryuni. "Peranan Bahasa Arab Dalam Pengembangan Studi Islam." Jurnal Ekshis 1.2 (2023).
Hirsch, E. D. (1967). Validity in interpretation. Yale University Press.
Ibn Kathir. (2000). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm (Vol. 7). Dar Tayyibah.
Jaya, Septi Aji Fitra. "Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber hukum islam." Jurnal Indo-Islamika 9.2 (2019). https://doi.org/10.15408/idi.v9i2.13363
Khair, Hubil. "Alquran Dan Hadits Sebagai Dasar Pendidikan Islam." Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan Dan Kemasyarakatan 13.1 (2022).
Mahmood, S. (2012). Politics of piety: The Islamic revival and the feminist subject. Princeton University Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nasution, Harun. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: UI Press, 1986.
Ricoeur, P. (1976). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. Texas Christian University Press.
Saeed, A. (2008). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203938531
Schleiermacher, F. (1998). Hermeneutics and criticism and other writings. Cambridge University Press.
https://doi.org/10.1017/CBO9780511527363
Siregar, Idris. "Alquran Dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam." Ibn Abbas 6.2 (2024): 190-200.
Utami, Diva Maulidya, and Zauhar Latifah. "Hadis Sebagai Sumber Ajaran Islam Untuk Masa Kini Dan Nanti." Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya 2.3 (2023). https://doi.org/10.56672/religion.v2i3.187
Woodward, M. (2011). Java, Indonesia and Islam. Springer.
Yasir, Muhammad, and Ade Jamaruddin. "Studi Al-Qur'an." (2016).
Zulkabir. Islam Kontekstual dan Konseptual. Bandung: Abou El Fadl, K. (2006). The search for beauty in Islam: A conference of the books. Rowman & Littlefield.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vanesya Purnama Putri, Nuriza Hadi Sabilla, Hikmatul Hasanah, Zakiah Nur Fadillah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





